10 Kesalahan Umum Pembeli Rumah Pertama dan Cara Menghindarinya?


Membeli rumah pertama adalah salah satu keputusan finansial terbesar dalam hidup. Sayangnya, banyak pembeli pemula melakukan kesalahan yang justru membuat proses pembelian menjadi lebih mahal, lebih rumit, atau bahkan berakhir dengan penyesalan. Untuk memastikan pengalaman membeli rumah berjalan mulus dan menghasilkan keputusan terbaik, berikut adalah 10 kesalahan umum pembeli rumah pertama yang harus kamu hindari.
1. Tidak Menghitung Anggaran Secara Realistis
Banyak orang hanya fokus pada harga rumah dan mengabaikan biaya tambahan seperti pajak, asuransi, biaya notaris, perbaikan, hingga cicilan bulanan yang naik karena bunga. Akhirnya, rumah terasa terlalu membebani.
Solusi: Buat perhitungan total biaya dan pastikan rasio cicilan tidak lebih dari 30–35% pendapatan bulanan.
2. Tidak Mencari Informasi KPR dengan Teliti
Banyak pembeli langsung menerima penawaran KPR pertama yang diterima tanpa membandingkan bank lain. Padahal, perbedaan bunga kecil saja bisa menghemat ratusan juta rupiah dalam jangka panjang.
Solusi: Bandingkan setidaknya 3–5 bank untuk bunga, tenor, biaya administrasi, dan fleksibilitas pembayaran.
3. Mengabaikan Lokasi Demi Harga Murah
Kesalahan umum pembeli rumah pertama selanjutnya adalah membeli rumah murah. Rumah murah sering membuat pembeli terpikat, namun jaraknya jauh dari kantor, sekolah, rumah sakit, atau pusat aktivitas.
Solusi: Lokasi tetap menjadi faktor nomor 1. Pertimbangkan akses transportasi dan potensi pengembangan wilayah.
4. Tidak Memeriksa Kondisi Rumah Secara Menyeluruh
Pembeli sering tertipu tampilan luar, padahal banyak kerusakan tersembunyi seperti kebocoran, instalasi listrik buruk, hingga struktur yang rapuh.
Solusi: Minta waktu inspeksi rumah. Bila perlu, gunakan jasa surveyor atau teknisi profesional.
5. Terburu-buru Mengambil Keputusan
Takut rumah diambil orang lain sering membuat pembeli cepat menandatangani tanpa pertimbangan matang.
Solusi: Jangan tergesa-gesa. Pastikan semua persyaratan dan dokumen jelas sebelum menyetujui transaksi.
6. Lalai Mengecek Legalitas dan Sertifikat
Kesalahan umum pembeli rumah pertama selanjutnya adalah tidak mengecek dokumen legalitas. Masalah sertifikat ganda atau sengketa lahan bisa berujung kerugian besar dan proses hukum panjang.
Solusi: Pastikan sertifikat SHM/SHGB asli, IMB/PBG lengkap, status tanah jelas, dan proses dilakukan lewat PPAT resmi.
7. Tidak Mempertimbangkan Rencana Masa Depan
Banyak yang membeli rumah terlalu kecil atau terlalu jauh tanpa memikirkan kebutuhan keluarga 5–10 tahun ke depan.
Solusi: Pertimbangkan rencana jumlah anggota keluarga, akses sekolah, dan lingkungan yang tumbuh berkembang.
8. Fokus pada Interior, Lupa Lingkungan Sekitar
Rumah bisa bagus, tapi jika keamanan rendah atau tetangga tidak nyaman, kualitas hidup jadi terganggu.
Solusi: Observasi lingkungan: keamanan, fasilitas umum, kebersihan, dan kenyamanan sosial.
9. Tidak Menyiapkan Dana Darurat
Kesalahan umum pembeli rumah pertama selanjutnya adalah tidak menyiapkan biaya atau dana darurat untuk renovasi. Biaya renovasi, perawatan mendadak, atau naiknya cicilan akibat perubahan bunga bisa membuat keuangan berantakan.
Solusi: Simpan dana setara 3–6 bulan biaya hidup sebelum mulai kredit rumah.
10. Tidak Berkonsultasi dengan Ahli
Karena kurang pengalaman, banyak pembeli salah membaca dokumen, tertipu marketing, atau salah menilai harga pasar.
Solusi: Gunakan bantuan agen properti terpercaya, notaris/PPAT berizin, atau konsultan pembiayaan.
Kesimpulan
Membeli rumah pertama memang penuh tantangan, tapi juga merupakan langkah penting menuju hidup yang lebih stabil. Dengan persiapan matang, riset mendalam, dan menghindari 10 kesalahan di atas, kamu bisa mendapatkan rumah yang tepat — aman secara legal, sesuai anggaran, dan nyaman untuk jangka panjang.
Yuk follow sosial media kami di @punyarumahdibali agar tidak ketinggalan berita dan informasi seru lainnya.

